Gubernur Anwar Hafid Komitmen Bangun SDM dan Dorong Hilirisasi Pertanian

Headline, Sulteng366 Dilihat

PARIGI MOUTONG, Sulteng Today – Gubernur Anwar Hafid kembali menegaskan komitmennya untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus mendorong hilirisasi pertanian.

Hal ini disampaikan Bupati Morowali dua periode itu saat menghadiri peringatan 50 tahun Transmigrasi Unit 3 Desa Tinombala, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu, 6 Juni 2026. Saat hadir di Desa Tinombala, Anwar Hafid didampingi Ketua TP-PKK Sulteng, Sri Nirwanti Bahasoan.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk kecintaan dan tanggung jawab pemimpin kepada rakyat.

“Saya datang ke sini bukan karena ada kepentingan. Ini karena kecintaan saya kepada masyarakat. Saya tidak mau dibilang datang hanya kalau ada maunya,” tegas Anwar Hafid.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan berbagai program strategis pemerintah, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat guna menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat di masa depan.

Ia menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui program “Berani Cerdas”, yang menghapus seluruh pungutan di tingkat SMA, SMK, dan SLB serta memberikan beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk yang bersekolah di swasta.

“Kita tidak boleh lagi ada anak yang putus sekolah karena biaya. Pemerintah harus hadir. Target kita, pada 2045 rata-rata pendidikan masyarakat minimal SMA,” ujarnya.Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian melalui program “Berani Sehat”, serta pembukaan akses pendidikan tinggi melalui Universitas Terbuka yang dibiayai oleh pemerintah provinsi.

Di sektor pertanian, Anwar Hafid memperkenalkan program “Berani Panen Raya” yang berfokus pada peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui ekspor langsung ke luar negeri.

Ia mengungkapkan telah membuka komunikasi dengan investor di Tiongkok untuk mendorong pembangunan industri pengolahan di Sulawesi Tengah.

“Kita tidak mau lagi hasil kita dibawa keluar dalam bentuk mentah. Kita ingin diolah di sini supaya nilai tambahnya dinikmati masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, komoditas seperti kelapa memiliki potensi besar. Bahkan di pasar internasional, air kelapa dapat dijual dengan harga jauh lebih tinggi dibanding di dalam negeri. Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Gubernur juga menekankan pentingnya aspek spiritual melalui program “Berani Berkah”, dengan mengajak masyarakat untuk memakmurkan rumah ibadah sebagai pusat keberkahan.

“Kalau kita ingin daerah ini aman, sejahtera, dan penuh keberkahan, maka ramaikan masjid, gereja, dan pura. Dari situlah keberkahan itu datang,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keterbukaan, Gubernur juga membuka layanan pengaduan masyarakat melalui WhatsApp yang aktif 24 jam.

“Silakan masyarakat menyampaikan keluhan. Kami siapkan layanan 24 jam untuk memastikan setiap laporan ditindaklanjuti dengan cepat,” tambahnya.

Peringatan 50 tahun transmigrasi ini menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan, berbasis pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, serta nilai-nilai spiritual masyarakat.**

editor: moh. habil masri

Komentar