Pascakebakaran, Aktivitas Belajar Siswa SMA 1 Pendolo Kembali Normal

Headline, Pendidikan28 Dilihat

POSO, Sulteng Today – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, mulai menangani dampak kebakaran yang melanda SMA Negeri 1 Pamona Selatan di Pendolo, Kabupaten Poso.

Dua hari pascamusibah, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut kembali berjalan normal.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si, mengatakan langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan proses pendidikan tetap berlangsung meskipun sejumlah fasilitas sekolah terdampak kebakaran.

“Atas instruksi Bapak Gubernur, kami turun dan mengecek langsung lokasi memastikan proses belajar mengajar bisa segera terfungsikan,” ujar Firmanza.

Setibanya di lokasi, Disdik Sulteng bersama pihak sekolah langsung mengambil langkah penanganan agar kegiatan pembelajaran tidak terhenti. Sebanyak enam ruangan yang masih dapat digunakan dialihfungsikan sementara menjadi ruang kelas.

Ruangan tersebut terdiri atas Laboratorium Biologi untuk kelas X A, ruang PMR untuk kelas X B, ruang Pramuka untuk kelas X C, perpustakaan untuk kelas XD, ruang Seni untuk kelas XI A, serta Laboratorium Fisika untuk kelas XI B.

“Pasca kebakaran hari Minggu lalu, hari ini kegiatan belajar mengajar sudah normal kembali. Kami mengalihfungsikan enam ruangan yang ada,” jelasnya.

Selain memastikan KBM tetap berjalan, Disdik Sulteng juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait penanganan dan pemulihan fasilitas sekolah.

Firmanza mengungkapkan, koordinasi dengan Kemendikdasmen telah dilakukan dan proses verifikasi serta validasi kondisi sekolah juga telah dilaksanakan.

“Saya juga sudah koordinasi dengan Kemendikdasmen dan kemarin sudah verifikasi dan validasi melalui Zoom dengan mereka,” katanya.

Menurutnya, verifikasi oleh Kemendikdasmen telah dilakukan pada Senin. Pemerintah selanjutnya akan mengupayakan pembangunan kembali fasilitas sekolah yang terdampak kebakaran.

“Iya, hari Senin kemarin sudah diverifikasi oleh Kemendikdasmen dan segera akan diupayakan pembangunan,” tegas Firmanza.

Ia menegaskan, kondisi darurat akibat musibah tidak boleh menghentikan proses pendidikan. Karena itu, penggunaan ruangan yang ada menjadi solusi sementara agar para siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran sembari menunggu proses pemulihan fasilitas sekolah.“Hari kedua pascamusibah kami hadir dengan semangat. Mohon dukungan doa, semoga kami terus kuat, diberi kesehatan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” tuturnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *