Gubernur Anwar Hafid Luncurkan Lintasan Berani, Inovasi Digital Dishub Sulteng

Headline, Sulteng232 Dilihat

Sulteng Today – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si meluncurkan Lintasan Berani (Layanan Integrasi Transportasi dan Angkutan).

Lintasan Berani merupakan inovasi digital Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tengah, yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan, Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55.

Pelaksanaan kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Mirqan Bukit Halimun, kompleks Kantor Bupati Banggai, Rabu, 30 September 2026.

Lintasan Berani dirancang untuk mengintegrasikan data dan informasi transportasi dalam satu aplikasi, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi layanan berbagai moda transportasi di Sulawesi Tengah secara lebih mudah, cepat, dan terpadu.

Kehadiran Lintasan Berani menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dalam mendorong digitalisasi layanan perhubungan sekaligus membangun sistem informasi transportasi yang menjangkau seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Peringatan Harhubnas

Peringatan Harhubnas ke-55 berlangsung dalam suasana khidmat. Gubernur Anwar Hafid bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi.

Mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, peringatan Harhubnas tahun ini menjadi momentum memperkuat komitmen menghadirkan transportasi yang aman, terintegrasi, serta mampu membuka konektivitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutan yang dibacakan Gubernur Anwar Hafid, Menteri Perhubungan menyampaikan bahwa peringatan Harhubnas berlangsung dalam suasana penuh makna, di tengah berbagai capaian pembangunan sekaligus keprihatinan atas sejumlah musibah transportasi.

Berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak boleh sekadar menjadi rutinitas administratif dalam sistem transportasi, melainkan harus menjadi tanggung jawab moral seluruh insan perhubungan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” demikian amanat Menteri Perhubungan yang dibacakan Gubernur.

Keselamatan dan konektivitas, lanjutnya, harus dijaga secara bersamaan. Penyelenggara transportasi harus berani menghentikan operasi ketika kondisi tidak aman, tetapi juga dituntut cepat mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tidak terputus. Transportasi juga tidak dapat dipandang semata-mata sebagai urusan kendaraan dan infrastruktur.

Konektivitas memiliki peran strategis dalam menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, sentra produksi dengan pasar, hingga mempermudah masyarakat menjangkau sekolah dan fasilitas kesehatan. Konektivitas yang baik juga mampu mempertemukan keluarga, membuka kesempatan kerja, memperlancar distribusi pangan, menggerakkan industri, serta menghadirkan pelayanan negara hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Sistem logistik yang efisien, misalnya, dapat memperpendek rantai distribusi sehingga hasil produksi petani, nelayan, dan pelaku usaha dapat sampai kepada masyarakat dengan biaya yang lebih wajar. Karena itu, pelayanan keperintisan harus terus dijaga agar masyarakat di wilayah 3T tetap terhubung. Di sisi lain, angkutan massal perkotaan dan sistem logistik perlu diperkuat agar konektivitas benar-benar menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian. Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor transportasi.

Teknologi diharapkan membuat sistem pengawasan semakin transparan dan efektif, meningkatkan keselamatan perjalanan, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik, serta menciptakan sistem logistik yang semakin tertib.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Perhubungan menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan perhubungan yang bekerja di balik kelancaran mobilitas masyarakat, baik di bandar udara, pelabuhan, terminal, maupun berbagai simpul transportasi lainnya, termasuk mereka yang tetap berada di lapangan saat terjadi bencana dan kecelakaan.

“Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” demikian amanat Menteri Perhubungan.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan paket sembako kepada masyarakat serta pemberian life jacket atau jaket keselamatan kepada nelayan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan aktivitas masyarakat di perairan.

Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, para bupati, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, kepala perangkat daerah, unsur Forkopimda, jajaran insan perhubungan, serta tamu undangan lainnya.***

editor: moh habil masri

Komentar