Gubernur Ingin Sulteng Jadi Simpul Logistik Nasional, Usulkan Proyek Strategis ke Menko AHY

Headline, Nasional1482 Dilihat

Sulteng Today – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan  Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Setibanya di Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri Palu, Rabu, 9 Juli 2025, AHY disambut Gubernur Sulteng Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur Sulteng, dr Reny A. Lamadjido.

Kehadiran AHY di Palu benar-benar dimanfaatkan Anwar. Saat pertemuan di kantor gubernur, Anwar menyampaikan keinginan rakyat Sulteng untuk menjadikan daerah ini, sebagai poros konektivitas nasional.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, ketua Partai Demokrat Sulteng ini menjelaskan, pentingnya pembangunan infrastruktur, sebagai fondasi pertumbuhan kawasan.

Infrastruktur vital yang harus dibangun adalah  ruas jalan Tambu–Kasimbar. Jalan ini memotong jalur logistik dari wilayah timur Indonesia menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Jika ruas Tambu–Kasimbar kita buka, maka kapal dari timur tidak perlu lagi memutar ke utara Sulawesi. Biaya logistik akan lebih efesien. Ini bisa menjadi simpul logistik nasional yang mempercepat distribusi barang dan jasa,” tegas Bupati Morowali dua periode ini.  

Gubernur Anwar juga curhat, mengenai  keterbatasan jalur eksisting dari Palu ke kawasan timur Sulawesi Tengah. Yang selama ini bergantung pada jalan Kebun Kopi. Jalur rawan longsor dan sering ditutup akibat cuaca ekstrim.

Sebagai solusi utai Anwar, Pemprov Sulteng mengusulkan pembangunan jalan bypass Palu–Parigi via Bora sepanjang 48 Km. Serta pengembangan ruas Labuan–Lumbubaka–Siniu sepanjang 33 Km yang akan memangkas waktu tempuh ke Pelabuhan Pantoloan menjadi hanya enam menit.

Konektivitas lintas provinsi tidak luput dari perhatian Anwar. Dia menyampaikan, rencana pembangunan jalan penghubung dari ibukota Provinsi Sulteng menuju Perbatasan Sulawesi Selatan melalui Desa Gimpu, Peana, dan Kalemantana, Kabupaten Sigi hingga menembus ke Seko, Luwu Utara.

Jalur ini dapat memangkas jarak Makassar–Palu hingga 200 km, sekaligus membuka akses menuju kawasan Taman Nasional Lore Lindu, serta situs megalitikum, yang bernilai wisata dan budaya tinggi.

“Kalau semua ini terwujud, kita bukan hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tapi juga menggerakkan sektor industri, pariwisata, dan distribusi. Ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Rencana-rencana ini lanjut Anwar, bagian dari visi-misi program Berani. “Khususnya misi Berani Lancar yang menargetkan pembangunan 1.000 Km jalan, dalam lima tahun, untuk menjangkau wilayah terpencil dan kawasan strategis nasional,” tegas Anwar.

Anwar yakin, realisasi pembangunan infrastruktur tersebut akan menjadikan Sulteng,  sebagai simpul utama, pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Mengingat posisi geografis Sulteng, yang tepat berada di jantung Indonesia.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *