Tekan Angka Stanting, Bupati Buol Dorong Sinergi Lintas Sektor

Sulteng1127 Dilihat

BUOL, Sulteng Today – Angka prevalensi stanting di Kabupaten Buol mengalami kenaikan. Padahal, jumlah anggaran yang dialokasikan menangani masalah kesehatan ini sudah cukup besar.

Selama periode 2023-2024, jumlah stanting di Buol mengalami lonjakan sebesar 6,9 persen. Di periode sebelumnya stanting di Buol sudah berjumlah 30 persen.

Dengan kenaikan ini, maka angka prevalensi stanting di daerah itu berjumlah 36,9 persen. Angka inilah yang membuat Bupati Buol khawatir.

“Hasil update dari provinsi, angka stunting kita makin naik bukan makin turun. Padahal dana untuk intervensi stunting besar. Berarti ada kendala. Entah karena dinas jalan masing-masing atau bagaimana. Kita cari permasalahannya. Saya yakin dan percaya jika masalah PAUD ini bisa kita tuntuskan bisa juga angka stunting kita turunkan,” ungkap Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo saat memimpin rapat Koordinasi Kelompok Kerja Pendidikan Anak Usia Dini (Pokja PAUD), Kamis, 7 Agustus 2025.

Bupati Risharyudi menegaskan, pentingnya pemetaan jumlah anak usia PAUD di seluruh desa dan kecamatan, sebagai langkah awal revitalisasi pendidikan anak usia dini.

“Perlunya pendekatan terintegrasi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat untuk menangani persoalan PAUD, yang juga berkorelasi erat dengan angka stunting,” jelas Pengurus DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Bupati juga menyampaikan kekhawatiran terhadap meningkatnya angka stunting di Kabupaten Buol berdasarkan data terbaru dari Provinsi Sulawesi Tengah, meskipun intervensi anggaran untuk penanganannya telah cukup besar.

Dia mengatakan di sisa tahun 2025 agar dilakukan percepatan penurunan stunting. “Saya ingin di sisa tahun 2025 ini kita lakukan percepatan, buat contingency plan yang realistis dan target yang jelas,” pintanya.

Rapat ini sekaligus menjadi wadah konsolidasi awal seluruh pemangku kepentingan, di mana Asisten III Setda Buol, Lani Irawati, menekankan bahwa pelaksanaan PAUD holistik integratif memerlukan sinergi dari berbagai sektor.

“Leading sector PAUD ada di Dinas Pendidikan, namun pelaksanaannya harus terkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas P2KB-P3A, Pemerintah Desa, dan TP PKK. Kadang kita lupa bagaimana menyatukan strategi dan metodologi agar bisa berjalan terpadu,” jelasnya.

Bupati Buol menegaskan bahwa Pemda akan segera menggelar rapat lanjutan secara sektoral untuk menggali lebih dalam persoalan dan potensi solusi dari tiap dinas.

“Saya harap angka stunting di Buol menjadi angka stunting terendah di Sulteng, bukan tertinggi lagi. Minimal masuk tiga besar stunting terendah” tegasnya.

Rapat ini menandai komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Buol untuk menjadikan isu PAUD dan stunting sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Rapat koordinasi ini juga turut dihadiri oleh, Zakia Mahmud, Moh. Rizal Naukoko, S.Si.,Apt., M.Kes, Asmayudin Gontjing, S.Pi, Moh Suyud, S.Sos., M.Si, Sumiati, Zubaeda Rasyid, Asruddin,S.T, Wahida, S.Kep.,Ners, dan Isharyadi Baculu.**

Komentar