Ibadah Haji 2026, 1.753 Jemaah Sulteng Akan Gunakan Garuda Indonesia

Headline, Sulteng689 Dilihat

JAKARTA, Sulteng Today – Sekitar 1.753 jemaah reguler Sulawesi Tengah yang menunaikan ibadah haji tahun 2026 M/1447 H, akan berangkat ke tanah suci dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Hal telah ditetapkan Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan.  Keputusan ini diambil karena maskapai tersebut dinilai memenuhi seluruh persyaratan administratif, teknis, dan operasional yang ditetapkan pemerintah.

Selain mengangkut jemaah asal Sulteng,  Garuda Indonesia akan melayani  jemaah dari embarkasi Aceh, Medan, Padang, sebagian Jakarta (Pondok Gede), Banten, Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

Merespon keputusan ini, Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko mengingatkan pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, untuk memastikan kesiapan maskapai Garuda Indonesia, yang telah resmi ditunjuk sebagai penyedia layanan penerbangan jamaah haji tahun 2026.

Sudjatmiko menegaskan, pengalaman pada musim haji 2025 yang diwarnai keterlambatan hingga 19 jam dan transit berkali-kali harus menjadi pelajaran berharga dan tidak boleh terulang.

“Pemerintah harus menjamin pelayanan dan fasilitas penerbangan haji berjalan optimal. Jamaah sudah berkorban waktu, tenaga, dan biaya, sehingga negara wajib memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan bermartabat,” ujar Sudjatmiko di Jakarta, Jumat, 7 November 2025.

Ia menilai, koordinasi lintas kementerian dan lembaga perlu diperkuat sejak dini agar seluruh aspek penerbangan jamaah haji, mulai dari embarkasi, transit, hingga debarkasi, dapat berjalan lancar.

“Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Agama dan maskapai harus segera menyusun langkah konkret, termasuk uji kesiapan armada dan skema pelayanan di bandara. Evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji tahun 2025 juga wajib dilakukan agar semua kelemahan dapat diperbaiki sebelum musim haji 2026,” tegasnya.

Politisi asal Fraksi PKB itu juga meminta pemerintah melakukan simulasi dan audit teknis terhadap kesiapan pesawat serta personel ground handling. Ia menekankan pentingnya sistem pemantauan real-time agar keterlambatan dapat segera diantisipasi.

“Kesiapan teknis dan pelayanan bukan sekadar formalitas administrasi. Jamaah tidak boleh lagi menjadi korban ketidakpastian penerbangan,” tandasnya.

Sudjatmiko berharap, penunjukan dua maskapai tersebut diiringi peningkatan mutu layanan secara nyata. “Penunjukan maskapai saja tidak cukup. Yang paling penting adalah memastikan pelayanan kepada jamaah benar-benar maksimal dan bebas dari keterlambatan panjang seperti tahun sebelumnya,” pungkasnya, sebagaimana dikutip Sulteng Today dari laman resmi DPP PKB.

Untuk diketahui, selain maskapai Garuda Indonesia, Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan juga  menetapkan  Saudi Arabian Airlines sebagai maskapai resmi penyelenggara penerbangan haji tahun 2026 M/1447 H. 

Saudi Arabian Airlines akan melayani sekitar 101.860 jamaah dari embarkasi Batam, Palembang, sebagian Jakarta (Pondok Gede dan Bekasi), Kertajati, dan Surabaya.**

editor: moh. habil masri

Komentar