Gubernur Sulteng Hentikan Aktivitas Perusahaan Tambang Penyebab Banjir di Morut

Headline, Sulteng933 Dilihat

MORUT, sultengtoday.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid mengambil keputusan radikal, dengan menghentikan seluruh aktivitas perusahaan, yang mengeksploitasi potensi nikel di Desa Molino, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut).

Keputusan ini diambil setelah, pemukiman warga di daerah itu dihantam banjir, yang diduga disebabkan aktivitas PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik).

Daerah yang diterjang banjir itu, dikunjungi langsung Gubernur Anwar Hafid, Rabu, 20 Agustus 2025. Saat di lokasi yang dihantam gubernur memerintahkan penghentian seluruh aktivitas pertambangan di wilayah tersebut, hingga perusahaan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkannya.

“Semua aktivitas tambang saya minta dihentikan, sampai perusahaan benar-benar bertanggung jawab atas bencana yang terjadi. Jangan sampai masyarakat yang menanggung kerugian,” tegas Anwar Hafid yang disambut rakyat dengan dukungan penuh atas keputusan tersebut.

Berdasarkan laporan warga, banjir bandang yang menerjang Desa Molino, Petasia Timur, Morut disebabkan jalan hauling milik PT Bumanik jebol. Jalan yang jebol ini berada di sekitar Jembatan 6.

Luapan air bercampur lumpur itu kemudian menghantam pemukiman warga. Merendam jalan utama desa, dan mengakibatkan kerusakan parah. Beberapa rumah warga, termasuk rumah kepala dusun I dan beberapa rumah kos hanyut terbawa banjir.

Gubernur mengingatkan, bahwa masyarakat tidak boleh terus-menerus menjadi korban, akibat aktivitas tambang yang abai terhadap kelestarian lingkungan.

Pemerintah provinsi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan aparat setempat akan menangani kondisi darurat. Sekaligus memastikan perusahaan terkait tidak lepas tangan dari tanggung jawab.

“Kerugian masyarakat ini harus segera diselesaikan. Saya bicara langsung, bukan lagi masyarakat. Perusahaan harus hadir dan bertanggung jawab,” ujar Anwar Hafid.

Saat berada di lokasi, Gubernur juga berkoordinasi dengan camat, aparat desa, dan masyarakat setempat agar penanganan dilakukan cepat.

Dia meminta seluruh kekuatan turun membantu warga terdampak. Termasuk memastikan akses jalan kembali normal dan kebutuhan mendesak masyarakat segera terpenuhi.**

Komentar