Daya Beli Petani Sulteng Makin Turun di Agustus 2025

Ekobis, Headline940 Dilihat

PALU, sultengtoday.id – Daya beli petani di Sulawesi Tengah pada Agustus 2025 makin turun.

Kondisi ini dapat menjadi alarm bagi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten di Sulteng, agar bekerja lebih keras dalam memperbaiki keadaan.

Penurunan daya beli petani, ditunjukkan oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, yang dirilis 1 September 2025.

Menurut BPS Sulteng, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sulteng Agustus 2025 sebesar 110,27.

Turun sebesar 0,75 persen. Indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,51 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,24 persen.

Nilai Tukar Petani sendiri, didefinisikan BPS sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan.

NTP juga menunjukkan daya atau term of trade dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Penurunan daya beli petani ini mengalami penurunan sejak beberapa bulan terakhir.

Pada Juli 2025 misalnya, NTP Provinsi Sulteng sebesar 111,11 persen. Saat itu, indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 2,46 persen, sementara indeks harga yang dibayar naik sebesar 1,15 persen. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) di Juli 2025 sebesar 115,13 mengalami penurunan sebesar 2,52 persen

BPS juga mencatat, pada Agustus 2025 inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sulteng sebesar 4,02 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,04.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Tolitoli sebesar 5,70 persen dengan IHK sebesar 117,15 dan inflasi terendah terjadi di Kota Palu sebesar 2,98 persen dengan IHK sebesar 108,86. 

Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Agustus 2025 sebesar 0,06 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Agustus 2025 sebesar 3,62 persen.

Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah, penyediaan makanan dan minuman/restoran, yang mengalami inflasi sebesar 0,74 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen.

Penyumbang utama inflasi month to month adalah beras, bawang merah, ikan. Inflasi pada Agustus 2025 secara year to year juga naik sebesar 2,83 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi ini adalah beras, bawang merah dan ikan.**

Komentar