Parigi Moutong Siaga Darurat KLB Malaria, Wagub Sulteng Instruksikan Dinas Kesehatan Antisipasi Penyebaran Penyakit

Headline, Kesehatan832 Dilihat

PALU, sultengtoday.id – Kabupaten Parigi Moutong berada dalam status siaga darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria. Ini terjadi setelah lonjakan kasus malaria di daerah itu.

Tahun 2024 silam, Kabupaten Parigi Moutong masih berstatus eliminasi Malaria, dimana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong berupaya menghentikan penularan malaria secara lokal.

Namun sejak awal 2025, kondisinya mengkhawatirkan seiring adanya peningkatan kasus malaria hingga 75 persen.

Kasus tertinggi terjadi di wilayah kerja Puskesmas Moutong. Yakni di Desa Lobu, Kecamatan Moutong. Malaria di wilayah ini berjumlah 126 kasus.

Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI.

Jumat, 12 September 2025 Ze Eza Yulia Pearlovie, perwakilan Direktorat Penyakit Menular Kemenkes menemui Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.Pk, M.Kes.

Dalam pertemuan ini, Kemenkes dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) fokus membahas penanganan status siaga darurat KLB malaria di wilayah yang dipimpin Bupati Erwin Burase itu.

Saat bertemu Wagub, Yulia Pearlovie mengingatkan, peningkatan kasus malaria tidak boleh dianggap remeh.

“Status KLB Malaria tidak bisa dianggap enteng. Terjadi lonjakan kasus yang sangat signifikan di tahun 2025,” tegas Yulia Pearlovie sebagaimana rilis dari Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah (Biro Adpim Setda) yang diterima sultengtoday.id.

Kehadiran Yulia Pearlovie di Sulteng memberi informasi yang lebih mengkhawatirkan.

Menurut Yulia Pearlovie bekas lahan pertambangan ilegal yang meninggalkan genangan air, diduga menjadi salah satu penyebab berkembangnya jentik nyamuk malaria.

Wagub Sulteng dr Reny mengaku akan mengambil langkah konkret menghadapi kasus malaria tersebut. Dia menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng untuk mengantisipasi penyebaran kasus.

Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si juga akan menerbitkan surat edaran kepada seluruh kabupaten/kota agar melakukan pencegahan dini penyakit malaria.

“Pencegahan dan pengendalian harus segera dilakukan agar lonjakan kasus tidak meluas ke daerah lain,” ujar Wagub Reny.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Sulteng bersama Dinas Kesehatan akan menggelar pertemuan daring dengan puskesmas dan pemangku kepentingan di Parigi Moutong guna memperkuat koordinasi.

Sosialisasi bahaya malaria juga akan digencarkan kepada masyarakat, mengingat penyakit ini dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.**

editor: moh. habil masri

Komentar