PLTA 1.130 MW Akan Dibangun di Kabupaten Sigi, PT. Befar Evergreen Industri Audiensi dengan Gubernur Sulteng

Ekobis, Headline3197 Dilihat

PALU, Sulteng TodayPT. Befar Evergreen Industri (BEI) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Kapasitasnya 1.130 MW.

PLTA ini dibangun dengan memanfaatkan potensi aliran Sungai Lariang, Sungai Gumbasa, dan Sungai Bulili.

Pembangkit listrik ramah lingkungan ini pun dibangun di beberapa titik. Yakni, PLTA Panroe berkapasitas 200 MW, PLTA Lindu berkapasitas 143 MW, PLTA Tuare berkapasitas 175 MW, PLTA Banggaiba berkapasitas 312 MW, PLTA Rantewolu berkapasitas 300 MW. Totalnya 1.130 MW.

Rencana investasi besar ini diketahui ketika pertemuan manajemen PT. Befar Evergreen Industri (BEI) dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, Selasa, 14 Oktober 2025.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi ini dilakukan di ruang kerja Gubernur Sulteng.

Dalam kesempatan tersebut, manajemen PT. BEI mengemukakan proyek ini mendukung percepatan elektrifikasi di desa-desa terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik.

Gubernur Dr. Anwar Hafid menyambut positif rencana tersebut.

Ia menegaskan bahwa program “Berani Menyala” yang merupakan bagian dari visi dari Sulteng Nambaso sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas akses listrik ke seluruh pelosok daerah.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendukung setiap inisiatif yang berorientasi pada kemajuan daerah, terutama dalam penyediaan energi bersih dan berkelanjutan. Kami ingin masyarakat di pelosok juga bisa menikmati terang listrik, karena energi adalah kunci pembangunan,” ujarnya dalam rilis yang dikirim Biro Adpim Setda Provinsi Sulteng.

Selain itu, pihak perusahaan juga menyampaikan permohonan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah guna memperlancar proses izin lokasi dan pembebasan lahan di wilayah rencana pembangunan PLTA.

Dengan hadirnya investasi strategis ini, diharapkan pasokan listrik di Kabupaten Sigi dan kawasan sekitar dapat semakin stabil, sekaligus memperkuat kebutuhan energi di kawasan industri, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

Turut hadir dalam pemaparan tersebut, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah, Ajenkris, S.E., M.M., Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Neng, S.T., M.M., serta Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sulawesi Tengah.**

editor. moh. habil masri

Komentar